Bagaimanakah cara perhitungan lalu lintas harian rata-rata (LHR)? #73

Oktober 02, 2013
Print Friendly
  • Definisi

Menurut Homburger W.S. James H Kell and David D. Perkins, Fundamental of Traffic Engineering, 13 Th edition, Institute of Transportation Studies, University of California at Berkeley, 1992:

Lalu lintas harian rata-rata disingkat LHR adalah volume lalu lintas yang dua arah yang melalui suatu titik rata-rata dalam satu hari, biasanya dihitung sepanjang tahun. LHR adalah istilah yang baku digunakan dalam menghitung beban lalu lintas pada suatu ruas jalan dan merupakan dasar dalam proses perencanaan transportasi ataupun dalam pengukuran polusi yang diakibatkan oleh arus lalu lintas pada suatu ruas jalan. Dari cara memperoleh data tersebut dikenal 2 jenis, yaitu Lalu lintas Harian Rata-rata Tahunan (LHRT) dan Lalu lintas  Harian Rata-rata (LHR).

  • Lalu Lintas Harian Rata-Rata Tahunan (LHRT)

LHRT adalah jumlah lalu lintas kendaraan rata-rata yang melewati satu jalur jalan selama 24 jam dan diperoleh dari data selama satu tahun penuh.

LHRT dinyatakan dalam SMP/hari/2 arah,atau kendaraan /hari/2 arah untuk 2 jalur 2 arah, SMP/hari/1 arah atau kendaraan/hari/1 arah untuk jalan berlajur banyak dengan median.
Untuk menghitung Lalu Lintas Harian Rata-rata Tahunan, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

  • Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR)

Untuk dapat menghitung LHRT haruslah tersedia data jumlah kendaraan yang terus menerus selama 1 tahun penuh. Mengingat akan biaya yang diperlukan dan membandingkan dengan ketelitian yang dicapai serta tidak semua tempat di Indonesia mempunyai data volume lalu lintas selama 1 tahun, maka untuk kondisi tersebut dapat pula dipergunakan satuan “Lalu lintas Harian Rata-rata “ (LHR).
LHR adalah hasil bagi jumlah kendaraan yang diperoleh selama pengamatan dengan lamanya waktu pengamatan. Untuk menghitung Lalu Lintas Harian Rata-rata, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

LHR dan LHRT adalah volume lalu lintas dalam satu hari,merupakan volume harian , sehingga nilai LHR dan LHRT itu tak dapat memberikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi pada berbagai jam dalam hari, yang nilainya dapat bervariasi antara 0-100% LHR. Oleh karena itu data tersebut tidak dapat langsung dipergunakan dalam perencanaan geometrik.

  • Contoh studi kasus perhitungan LHR

Diketahui data perhitungan volume lalu lintas berdasarkan hasil survai Traffic Counting yang dilakukan selama 16 jam (06.00-22.00 WIB) adalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui Lalu Lintas Harian Rata-Rata di ruas jalan X tersebut dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

 

                                LHR        =            jumlah lalu lintas selama pengamatan

                                                                       Lamanya waktu Pengamatan

                                                   =             14506,12

                                                                         16

                                                   =             906,64 smp/jam

Jadi, Lalu Lintas Harian Rata-rata di ruas jalan X tersebut adalah sebesar 906,64 smp/jam.

 

Post a Comment