Bagaimanakah desain parkir di luar jalan (off street) sesuai dengan peraturan? #12

September 03, 2013
Print Friendly

Desain parkir di luar badan Jalan

  •  Kriteria
    • Rencana Umum Tata Ruang Daerah (RUTRD)
    • Keselamatan dan kelancaran lalu lintas
    • Kelestarian lingkungan
    • Kemudahan bagi pengguna jasa
    • Tersedianya tata guna lahan
    • Letak antara jalan akses utama dan daerah yang dilayani
  • Pola Parkir Mobil Penumpang
    • Pola Parkir Satu Sisi

Merupakan pola parkir yang diterapkan apabila ketersediaan ruang parkir sempit

      • Membentuk sudut 90

Pola parkir ini mempunyai daya tampung lebih banyak jika dibandingkan dengan pola parkir paralel, tetapi kemudahan dan kenyamanan pengemudi melakukan manuver masuk dan keluar ke ruangan parkir lebih sedikit jika dibandingkan dengan pola parkir dengan sudut yang lebih kecil dari 90. Seperti gambar berikut:

 

      • Membentuk sudut 30, 45, 60

Pola parkir ini mempunyai daya tampung lebih banyak jika dibandingkan dengan pola parkir paralel, dan kemudahan dan kenyamanan pengemudi melakukan manuver masuk dan keluar ke ruangan parkir lebih besar jika dibandingkan dengan pola parkir dengan sudut 90.

 

    • Pola Parkir Dua Sisi

Pola parkir ini diterapkan apabila ketersediaan ruang cukup memadai

      • Membentuk sudut 90

Pada pola parkir ini, arah gerakan lalu lintas kendaraan dapat satu arah atau dua arah.

 

      • Membentuk sudut 30o, 45o, 60o

 

    • Pola Parkir Pulau

Pola parkir ini diterapkan apabila ketersediaan ruang cukup luas

      • Membentuk sudut 90

 

      • Membentuk sudut 45
        • Bentuk Tulang Ikan Tipe A

 

        • Bentuk Tulang Ikan Tipe B

 

        • Bentuk Tulang Ikan Tipe C

 

    • Pola Parkir Bus / Truk

Posisi kendaraan dapat dibuat menyudut 60 ataupun 90 tergantung dari luas areal parkir. Dari segi efektivitas ruang, posisi sudut 90 lebih menguntungkan.

      • Pola Parkir Satu Sisi

 

      • Pola Parkir Dua Sisi

 

  • Pola Parkir Sepeda Motor

Pada umumnya posisi kendaraan adalah 90 Dari segi efektifitas ruang, posisi sudut 90 paling menguntungkan

    • Pola Parkir Satu Sisi

Pola ini diterapkan apabila ketersediaan ruang sempit

 

    • Pola Parkir Dua Sisi

Pola ini diterapkan apabila ketersediaan ruang cukup mamadai (lebar ruas ≥ 5,6 m)

 

    • Pola Parkir Pulau

Pola parkir ini diterapkan apabila ketersediaan ruang cukup luas

 

Keterangan :

h                 = Jarak terjauh antara tepi luar satuan ruang parkir

w                 = Lebar terjauh satuan ruang parkir pulau

b                 = Lebar jalur gang

  • Gedung Parkir
    • Kriteria

      • Tersedia tata guna lahan;
      • Memenuhi persyaratan konstruksi dan perundang -undangan yang berlaku
      • Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
      • Memberikan kemudahan bagi pengguna jasa.
    • Tata letak gedung parkir dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

      • Tinggi minimal ruang bebas lantai gedung parkir adalah 2,50 m
      • Lantai datar dengan jalur landai luar (external ramp)

Daerah parkir terbagi dalam beberapa lantai rata (datar) yang dihubungkan dengan ramp ( Pada Gambar berikut).

 

      • Lantai terpisah

Gedung parkir dengan bentuk lantai terpisah dan berlantai banyak dengan ramp yang ke atas digunakan untuk kendaraan yang masuk dan ramp yang tirim digunakan untuk kendaraan yang keluar (Gambar b, c dan d). Selanjutnya Gambar c dan d menunjukkan jalan masuk dan keluar tersendiri (terpisah), serta mempunyai jalan masuk dan jalan keluar yang lebih pendek. Gambar b menunjukkan kombinasi antara sirkulasi kedatangan (masuk) dan keberangkatan (keluar). Ramp berada pada pintu keluar; kendaraan yang masuk melewati semua ruang parkir sampai menemukan tempat yang dapat dimanfaatkan. Pengaturan gunting seperti itu memiliki kapasitas dinamik yang rendah karena jarak pandang kendaraan yang datang agak sempit.

 

 

 

      • Lantai gedung yang berfungsi sebagai ramp

Pada Gambar e sampai dengan g terlihat kendaraan yang masuk dan parkir pada gang sekaligus sebagai ramp. Ramp tersebut berbentuk dua arah. Gambar e memperlihatkan gang satu arah dengan jalan keluar yang lebar. Namun, bentuk seperti itu tidak disarankan untuk kapasitas parkir lebih dari 500 kendaraan karena akan mengakibatkan alur tempat parkir menjadi panjang.

 

Pada Gambar f terlihat bahwa jalan keluar dimanfaatkan sebagai lokasi parkir, dengan jalan keluar dan masuk dari ujung ke ujung.

Pada Gambar g letak jalan keluar dan masuk bersamaan. Jenis lantai ber-ramp biasanya di buat dalam dua bagian dan tidak selalu sesuai dengan lokasi yang tersedia. Ramp dapat berbentuk oval atau persegi, dengan gradien tidak terlalu curam, agar tidak menyulitkan membuka dan menutup pintu kendaraan.

Pada Gambar h plat lantai horizontal, pada ujung-ujungnya dibentuk menurun ke dalam untuk membentuk sistem ramp. Umumnya merupakan jalan satu arah dan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lokasi, seperti polasi gedung parkir lantai datar.

 

Comments are closed.